Posts

hi, marionette!

Jiwanya ditarik ke sana kemari, antara ingin dan harapan yang terus menghakimi. Langit-langit kepalanya dipenuhi deritan gigi, suara-suara kecil memaku dinding batin sendiri, tak sempat pulih, tak sempat mengerti. Benang-benang kusut menjalar dalam nadi, dirayapi tangan-tangan asing menari-nari, mulut-mulut liar menanak namanya di atas api, jelaganya membeku hitam pada lipatan nurani. Bangkai umur bergelayutan di lehernya, dingin dan berkarat besi. Rahang esok mengetuk tulang rusuknya sepanjang dini, meminta tubuh yang habis terbagi, sementara jam-jam dinding mengunyah pelan sisa mimpi. Retak-retak telah menjalar di lantai pertunjukkan, Kepalanya menunduk setiap kali langit disentakkan, lampu-lampu panggung membakar topengnya perlahan, tepuk tangan penghukuman berjatuhan. Sialan, tali-tali itu tetap dimainkan tanpa ampunan. Menghimpitnya dalam ruang... dilihat dan dimanfaatkan, dibebani dan diasingkan, didekap dan diabaikan. Hingga yang tertinggal hanya tulang belulang, kering kerontan...

Pulanglah, tanpa aku. Pulanglah, bukan kepadaku.

Kau Sendirianlah Berdansa

Binasa Lagi, Di Tanganmu Berulang Kali

"Lara"

Aroma Doa, Aroma Dosa

Orgasme Semesta